Kenali Berbagai Komponen Power Steering Hydrolic Beserta Fungsinya

Memahami komponen power steering hydrolic menjadi langkah penting bagi setiap pengguna mobil yang ingin menjaga kenyamanan dan keamanan selama berkendara. Berbagai komponen ini dirancang secara khusus untuk membantu pengemudi mengendalikan power steering mobil dengan lebih ringan. 

Apalagi saat melakukan manuver pada kecepatan rendah atau ketika sedang melakukan parkir. Namun, tidak jarang pengemudi dihadapkan dengan masalah seperti setir mobil berat, yang seringkali disebabkan karena adanya kerusakan atau keausan pada salah satu komponen tersebut.

Dengan mengetahui bagaimana sistem power steering hydrolic bekerja dan komponen apa saja yang berpengaruh terhadapnya, tentu kita dapat lebih cepat untuk mengenali tanda-tanda awal kerusakannya dan melakukan perawatan dengan lebih cepat pula, sebelum bertambah parah.

Komponen Power Steering Hydrolic dan Fungsinya

Sebagai salah satu bagian pada sistem kemudi, tentu power steering hydrolic selalu diharapkan untuk memiliki kinerja maksimal. Nah, agar kinerja dari power steering hydrolic optimal, terdapat beberapa komponen yang bekerja sama untuk melakukan fungsi tersebut. Beberapa komponen tersebut di antaranya sebagai berikut: 

1. Reservoir Tank Steering Oil

Reservoir tank steering oil, Sumber: goldeagle.com
Reservoir tank steering oil, Sumber: goldeagle.com

Reservoir tank steering oil adalah komponen yang letaknya ada pada bagian hidrolik pump. Sesuai dengan namanya, fungsi komponen satu ini adalah untuk menampung cadangan minyak dari power steering yang mengalir melalui low pressure hose. 

Sebagai pemilik kendaraan, Anda harus sering melakukan pengecekan pada reservoir tank steering oil. Hal ini bertujuan guna memastikan bahwa kadar minyak yang dimiliki power steering mencukupi dan tidak ada penurunan yang signifikan. Atau dengan kata lain, jangan sampai oli power steering dalam keadaan kosong.

2. Pompa Power Steering

Pompa power steering, Sumber: chrysler-factory-warranty.com
Pompa power steering, Sumber: chrysler-factory-warranty.com

Untuk memudahkan dalam mengendalikan setir mobil, terdapat semacam pump/ pompa yang fungsinya menghasilkan tekanan fluida dengan tekanan tinggi, fungsi ini dimiliki oleh pompa power steering hydrolic. Fluida di sini memiliki fungsi untuk membantu meningkatkan daya kemudi. 

Khususnya ketika akan berbelok agar kendali setir menjadi lebih ringan. Pompa power steering atau disebut juga sebagai vane pump digerakkan dengan fan belt dan pulley melalui roda gigi yang menempel langsung pada mesin kendaraan. 

3. Low Pressure Steering Hose

Low pressure steering hose, Sumber: ifixit.com
Low pressure steering hose, Sumber: ifixit.com

Komponen power steering hydrolic selanjutnya adalah low pressure steering hose. Fungsi utama dari komponen satu ini adalah sebagai wadah mengalirnya power steering oil. 

Low pressure steering hose juga sering disebut sebagai selang power steering. Di mana di dalamnya mengalir fluida bertekanan rendah yang berasal dari rotary control valve yang kemudian menuju ke arah reservoir tank. 

4. Steering Rack Shaft

Steering rack shaft, Sumber: suzukicintadamai.co.id
Steering rack shaft, Sumber: suzukicintadamai.co.id

Selanjutnya ada steering rack shaft yang pada power steering hydrolic, komponen ini menjadi poros utama kemudi dan memiliki fungsi sebagai penerus putaran dari roda kemudi pada steering gear box. 

Steering rack shaft memiliki piston pada salah satu sisinya. Di mana piston tersebut terhubung langsung dengan power cylinder yang membantu untuk menahan dan mengatur tarikan mobil ketika akan berbelok. Semetara sisi yang lainnya disematkan gear yang terhubung dengan pinion gear.

5. Steering Gear Housing

Steering gear housing, Sumber: firelineequipment.com
Steering gear housing, Sumber: firelineequipment.com

Steering gear housing adalah komponen dari power steering hydrolic yang memiliki fungsi utama sebagai tempat untuk meletakkan dan melindungi pinion gear dan power steering rack. Tujuannya, agar kendali tetap aman serta menghindari kendaraan dari gangguan atau kendala ketika akan merubah kemudi setir. 

Komponen satu inilah yang menjaga laju perputaran setir dari komponen asing, seperti plastik, debu, atau partikel-partikel kecil lainnya. Steering gear housing didesain menyatu dengan beberapa komponen lainnya seperti power cylinder dan control valve. 

6. High Pressure Steering Hose

High pressure steering hose, Sumber: ebay.com
High pressure steering hose, Sumber: ebay.com

Jika ada low pressure steering hose, maka ada pula high pressure steering hose. Komponen power steering hydrolic satu ini berfungsi untuk mengalirkan power steering oil yang memiliki tekanan tinggi. High pressure steering hose didesain sedemikian rupa, agar bisa menahan tekanan fluida yang sangat tinggi.

Biasanya, komponen ini terbuat dari bahan yang kokoh seperti baja maupun logam. Dan di dalamnya terdiri dari beberapa komponen dengan fungsinya masing-masing. High pressure steering hose sendiri memiliki dua tahapan kerja, posisi setir netral (roda ban lurus ke depan) dan posisi setir membelok.

7. Power Cylinder

Power cylinder, Sumber: cardone.com
Power cylinder, Sumber: cardone.com

Komponen pada power steering hydrolic berikutnya adalah power cylinder, yang berfungsi untuk menggerakkan roda gigi dan tekanan fluida. Komponen ini merupakan tempat piston mobil yang menyatu dengan steering rack shaft. 

Aliran fluida dan hidrolik yang tinggi akan diterima power cylinder dan kemudian didorong dengan piston. Hal ini yang membuat pergerakan roda gigi kemudi menjadi lebih mulus dan enteng. 

8. Rotary Control Valve

Rotary control valve, Sumber: valve-automatic.com
Rotary control valve, Sumber: valve-automatic.com

Terakhir ada rotary control valve, komponen power steering hydrolic yang berfungsi untuk mengatur arah aliran fluida dari pump. Bagaimana cara kerjanya? Jadi, dari bagian oli, dialirkan oleh steering hose dan diatur melalui rotary control valve. 

Hal ini sangat penting, guna memastikan kendali mobil tetap aman dan mudah. Rotary control valve ini menyatu dengan pinion gear dan ditempatkan pada bagian yang bernama rotary control valve housing. 

Itulah beberapa komponen power steering hydrolic yang memiliki peran masing-masing dan saling berkaitan untuk memastikan power steering mobil bekerja dengan baik dan ringan. Dengan memahami fungsi dan melakukan pengecekan rutin, Anda dapat menghindari berbagai masalah yang terjadi kemudian hari. 

Perawatan yang tepat akan membuat sistem kemudi lebih awet, mengurangi risiko kerusakan besar, sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan menyenangkan di setiap perjalanan. Jadi, pahami apa saja komponennya dan lakukan pengecekan rutin di setiap bagiannya!

Leave a Comment